Material poliolefin, yang dikenal karena sifat kelistrikannya yang sangat baik, kemudahan pengolahan, dan kinerja lingkungannya, telah menjadi salah satu material isolasi dan selubung yang paling banyak digunakan dalam industri kawat dan kabel.
Poliolefin adalah polimer berbobot molekul tinggi yang disintesis dari monomer olefin seperti etilena, propilena, dan butena. Poliolefin banyak diaplikasikan dalam industri kabel, pengemasan, konstruksi, otomotif, dan medis.
Dalam pembuatan kabel, material poliolefin menawarkan konstanta dielektrik rendah, isolasi superior, dan ketahanan kimia yang luar biasa, sehingga menjamin stabilitas dan keamanan jangka panjang. Karakteristiknya yang bebas halogen dan dapat didaur ulang juga sejalan dengan tren modern dalam manufaktur ramah lingkungan dan berkelanjutan.
I. Klasifikasi berdasarkan Jenis Monomer
1. Polietilen (PE)
Polietilen (PE) adalah resin termoplastik yang dipolimerisasi dari monomer etilen dan merupakan salah satu plastik yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Berdasarkan densitas dan struktur molekulnya, polietilen dibagi menjadi tipe LDPE, HDPE, LLDPE, dan XLPE.
(1)Polietilen Densitas Rendah (LDPE)
Struktur: Dihasilkan melalui polimerisasi radikal bebas bertekanan tinggi; mengandung banyak rantai bercabang, dengan kristalinitas 55–65% dan densitas 0,91–0,93 g/cm³.
Sifat-sifatnya: Lunak, transparan, dan tahan benturan tetapi memiliki ketahanan panas sedang (hingga sekitar 80 °C).
Aplikasi: Umumnya digunakan sebagai bahan selubung untuk kabel komunikasi dan sinyal, menyeimbangkan fleksibilitas dan isolasi.
(2) Polietilen Densitas Tinggi (HDPE)
Struktur: Dipolimerisasi di bawah tekanan rendah dengan katalis Ziegler–Natta; memiliki sedikit atau tidak ada cabang, kristalinitas tinggi (80–95%), dan densitas 0,94–0,96 g/cm³.
Sifat-sifat: Kekuatan dan kekakuan tinggi, stabilitas kimia yang sangat baik, tetapi ketangguhan pada suhu rendah sedikit berkurang.
Aplikasi: Banyak digunakan untuk lapisan isolasi, saluran komunikasi, dan selubung kabel serat optik, memberikan perlindungan cuaca dan mekanis yang unggul, terutama untuk instalasi di luar ruangan atau di bawah tanah.
(3) Polietilen Densitas Rendah Linier (LLDPE)
Struktur: Kopolimerisasi dari etilena dan α-olefin, dengan percabangan rantai pendek; densitas antara 0,915–0,925 g/cm³.
Karakteristik: Menggabungkan fleksibilitas dan kekuatan dengan ketahanan tusukan yang sangat baik.
Aplikasi: Cocok untuk bahan selubung dan isolasi pada kabel tegangan rendah dan menengah serta kabel kontrol, meningkatkan ketahanan terhadap benturan dan tekukan.
(4)Polietilen Terikat Silang (XLPE)
Struktur: Jaringan tiga dimensi yang terbentuk melalui ikatan silang kimia atau fisik (silan, peroksida, atau sinar elektron).
Sifat-sifat: Ketahanan termal yang luar biasa, kekuatan mekanik, isolasi listrik, dan ketahanan terhadap cuaca.
Aplikasi: Digunakan secara luas dalam kabel daya tegangan menengah dan tinggi, kabel energi baru, dan rangkaian kabel otomotif — merupakan bahan isolasi utama dalam pembuatan kabel modern.
2. Polipropilena (PP)
Polipropilena (PP), yang dipolimerisasi dari propilena, memiliki densitas 0,89–0,92 g/cm³, titik leleh 164–176 °C, dan kisaran suhu operasi –30 °C hingga 140 °C.
Sifat-sifat: Ringan, kekuatan mekanik tinggi, ketahanan kimia yang sangat baik, dan isolasi listrik yang unggul.
Aplikasi: Digunakan terutama sebagai bahan isolasi bebas halogen pada kabel. Dengan semakin meningkatnya penekanan pada perlindungan lingkungan, polipropilena yang terikat silang (XLPP) dan kopolimer PP yang dimodifikasi semakin banyak menggantikan polietilena tradisional dalam sistem kabel suhu tinggi dan tegangan tinggi, seperti kabel kereta api, tenaga angin, dan kendaraan listrik.
3. Polibutena (PB)
Polibutilena mencakup Poli(1-butena) (PB-1) dan Poliisobutilena (PIB).
Sifat-sifat: Ketahanan panas yang sangat baik, stabilitas kimia, dan ketahanan terhadap deformasi permanen (creep).
Aplikasi: PB-1 digunakan dalam pipa, film, dan kemasan, sedangkan PIB banyak diaplikasikan dalam pembuatan kabel sebagai gel penghambat air, bahan penyegel, dan senyawa pengisi karena sifat kedap gas dan inert secara kimia—umumnya digunakan dalam kabel serat optik untuk penyegelan dan perlindungan terhadap kelembapan.
II. Bahan Poliolefin Umum Lainnya
(1) Kopolimer Etilen–Vinil Asetat (EVA)
EVA menggabungkan etilena dan vinil asetat, yang memiliki fitur fleksibilitas dan ketahanan terhadap suhu dingin (tetap fleksibel pada suhu –50 °C).
Sifat-sifat: Lembut, tahan benturan, tidak beracun, dan tahan terhadap penuaan.
Aplikasi: Dalam kabel, EVA sering digunakan sebagai pengubah fleksibilitas atau resin pembawa dalam formulasi Low Smoke Zero Halogen (LSZH), meningkatkan stabilitas pemrosesan dan fleksibilitas bahan isolasi dan selubung ramah lingkungan.
(2) Polietilen Berat Molekul Sangat Tinggi (UHMWPE)
Dengan berat molekuler melebihi 1,5 juta, UHMWPE adalah plastik teknik kelas atas.
Sifat-sifat: Ketahanan aus tertinggi di antara plastik, kekuatan benturan lima kali lebih besar daripada ABS, ketahanan kimia yang sangat baik, dan penyerapan kelembapan rendah.
Aplikasi: Digunakan dalam kabel optik dan kabel khusus sebagai selubung atau lapisan tahan aus untuk elemen tarik, meningkatkan ketahanan terhadap kerusakan mekanis dan abrasi.
III. Kesimpulan
Material poliolefin bebas halogen, rendah asap, dan tidak beracun saat dibakar. Material ini memberikan stabilitas listrik, mekanik, dan pemrosesan yang sangat baik, dan kinerjanya dapat ditingkatkan lebih lanjut melalui teknologi pencangkokan, pencampuran, dan pengikatan silang.
Dengan kombinasi keamanan, ramah lingkungan, dan kinerja yang andal, material poliolefin telah menjadi sistem material inti dalam industri kawat dan kabel modern. Ke depannya, seiring dengan terus berkembangnya sektor-sektor seperti kendaraan energi baru, fotovoltaik, dan komunikasi data, inovasi dalam aplikasi poliolefin akan semakin mendorong pengembangan industri kabel yang berkinerja tinggi dan berkelanjutan.
Waktu posting: 17 Oktober 2025

